Showing posts with label Artikel Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Artikel Ilmiah. Show all posts

Penjelasan Proses Terjadinya Hujan

Penjelasan Proses Terjadinya Hujan
Peristiwa hujan bukan peristiwa langka yang terjadi didunia. Pengertian hujan adalah air yang turun dari langit akibat suatu proses kimia tertentu yang terjadi dari alam. Terjadinya hujan dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi semua makhluk hidup yang ada didunia ini,  jika terjadi dalam kurun waktu yang lama. Proses terjadinya hujan adalah gejala dari alam yang membentuk perputaran air dimuka bumi ini. Ketika hujan akan turun, hujan tersebut harus melewati beberapa proses.

Tahap pada proses terjadinya hujan berfungsi agar hujan yang turun bisa berjalan dengan maksimal. Bukan hanya itu saja, dengan berbagai proses tersebut hujan dapat turun dengan kurun waktu yang tepat dan sesuai, sehingga tidak menyebabkan bencana yang tidak diinginkan oleh semua warga di seluruh dunia. Hujan harus melewati beberapa tahapan yang benar agar dapat menjadi hujan yang sempurna. Proses tersebut sudah alamiah dilakukan oleh alam semesta ini. Berikut kami akan menjelaskan proses terjadinya hujan.

Proses terjadinya hujan

Hujan adalah suatu kejadian yang terkadang kita tunggu kedatangannya. Untuk para petani, biasanya hujan ditunggu untuk masa panen agar bisa mengairi pertaniannya. Tapi apakah Anda tahu bagaimana proses terjadinya hujan yang sebenarnya ? berikut penjelasannya :

Menggunakan panas dari matahari (penguapan air)
Matahari merupakan planet terbesar yang berfungsi untuk memberikan sinar matahari, sehingga matahari merupakan sebagian dari sisi alam ini karena matahari sangat penting bukan hanya menyinar tetapi juga untuk patokan waktu. Matahari selalu menyinari bumi kita ini dengan terik panasnya yang juga memberikan vitamin D yang baik untuk tulang. Panasnya matahari menyebar ke seluruh dunia dengan tingkatan waktu yang berbeda. Sehingga apapun yang ada dibumi bisa terkena panasnya, termasuk air danau, air laut dan air sungai. Dari sumber air yang terkena panas matahari tersebut, maka terjadilah proses penguapan. Selain dari sumber air tersebut, proses penguapan itu bisa terjadi karena tubuh manusia, tumbuhan, hewan atau semua benda yang mengandung air.

Suhu udara yang tinggi 
Suhu udara yang tinggi menyebabkan uap air menjadi padat dan terkumpul diatas sumber air menguap tersebut. Kumpulan uap air yang padat inilah yang disebut dengan awan. Negara Indonesia, tergolong mempunyai suhu udara yang tinggi sehingga panas matahari membuat uap air tersebut mengalami proses kondensasi atau menjadi padat, kemudian menjadi embun. Embun bisa terbentuk karena tititk-tititk air kecil yang terkena suhu tinggi, jika titik-titik kecil tersebut sudah terkumpul menjadi banyak maka terbentuklah awan. Menurut kajian Neilburger pada tahun 1995, pada tahapan proses terbentuknya embun, tetes-tetes air tersebut mempunyai ukuran jari-jari sekitar 5-20 mm. Dengan ukuran sekecil itu, tetesan air akan jatuh dengan kecepatan 0,01-5cm/detik dan kecepatan aliran udara yang keatas akan jauh lebih tinggi, sehingga tetes air tersebut tidak akan jatuh sampai ke bumi.

Menggunakan bantuan angin sehingga awan kecil menjadi besar
Dengan bantuan angin yang berasal dari udara, maka menyebabkan awan-awan tertitup ke tempat yang lain. Pergerakan dari angin tersebut, akan memberikan dampak yang besar terhadap awan sehingga awan-awan kecil dapat bertiup kemudian menyatu satu sama lain, sehingga membentuk awan yang lebih besar. Awan yang telah membesar akan bergerak ke langit atau tempat yang mempunyai suhu yang lebih rendah. dan semakin banyak butiran awan yang berkumpul, maka warnya akan berubah menjadi kelabu.

Hujan yang turun
Setelah awan menjadi semakin banyak berkumpul dan warnanya semakin menjadi kelabu, karena titik-titik air manjadi semakin berat dan tidak dapat terbendung lagi. Dalam proses inilah, butiran-butiran air yang ada kemudian jatuh kebumi sehingga terjadi peristiwa alam yang diisebut hujan.

Agar Anda lebih mudah memahami proses terjadinya hujan dengan lebih sederhana dan singkat. Kami juga akan memberikan penjelasan singkat proses terjadinya hujan. Berikut penjelasannya.

Penjelasan singkat  proses terjadinya hujan 

Inilah penjelasan proses terjadinya hujan secara singkat, sehingga lebih mudah dan cepat dimengerti. Ada 4 tahapan besar yang menjadi intinya.

  • Panas dari matahari membuat air yang ada dimuka bumi menjadi mengalami proses penguapan
  • Terbentuknya awan dari uap air
  • Angin membuat awan kecil bisa bersatu sehingga menjadi awan besar
  • Kandungan air diawan yang membesar lama kelamaan tidak bisa dibendung lagi, maka terjadilah hujan

Demikian penjelasan mengenai proses terjadinya hujan. Ternyata sangat luar biasa ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, sebuah proses dari alam bisa menjadi sangat bermanfaat bagi seluruh makhluk hidup yang ada didunia. Lokasi terjadinya hujan akan tergantung pada pergerakan angin. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memberikan ilmu yang baik.

Contoh Artikel Ilmiah Tentang Kesehatan

Contoh Artikel Ilmiah Tentang Kesehatan
Sahabat BridArtikel.org, sebagaimana yang saya singgung dalam sejumlah postingan, bahwasannya jenis-jenis artikel itu banyak sekali. Jika sebelumnya saya menulis postingan tentang artikel pendidikan, maka kali ini saya akan berbagi sebuah contoh artikel ilmiah, tepatnya artikel ilmiah tentang kesehatan.

Sebelum saya beranjak pada contoh artikel ilmiah, terlebih dulu saya akan jelaskan secara ringkas apa itu artikel ilmiah.

Pengertian Artikel Ilmiah


Artikel ilmiah adalah sebuah karya tulis yang ditulis berdasarkan pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati dan ditetapkan. Setiap artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian lapangan atau laboratorium, hasil pemikiran atau hasil dari kajian pustaka.


Jenis-jenis Artikel Ilmiah


Secara umum, artikel ilmiah dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu (1) artikel hasil penelitian, (2) artikel konseptual atau yang juga disebut sebagai artikel hasil pemikiran atau analisa.

Contoh Artikel Ilmiah Tentang Kesehatan


Formalin adalah salah satu zat berbahaya apabila digabungkan dengan makanan yang kemudian menjadi konsumsi manusia. Formalin sejatinya digunakan sebagai pengawet mayat dimana manusia akan mengalami gangguan kesehatan berjangka panjang apabila mengkonsumsi makanan yang sudah dicampuri formalin.

Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak ditemukan berbagai jenis makanan yang dicampuri formalin. Ini adalah sebuah fenomena yang sangat merugikan masyrakat, parahnya lagi masyarakat awam sulit untuk mengenali bentuk-bentuk makanan yang sudah dicampuri bahan pengawet formalin.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium Bioteknologi dan Pemanfaatan Limbah Pertanian, beberapa sampel mie ternyata menunjukkan kandungan formalin. Sampel mie diambil dari beberapa wilayah di daerah istimewa, Yogyakarta, yakni mie pentil, mie kuning, dan mie mentah yang digunakan untuk membuat mie ayam. Faktanya, masih ditemukan kandungan formalin pada mie-mie
tersebut.

Ciri-ciri mie segar atau mie basah yang mengandung formalin:

  1. Jika dipegang, mie terasa liat atau sangat kenyal.
  2. Mie yang sudah mengandung formalin biasanya akan memunculkan aroma seperti obat-obatan meskipun sudah dicuci dengan air secara bersih.
  3. Tekstur mie terasa seperti karet karena terlalu kenyal
  4. Mie dapat bertahan lebih dari ukuran normal daya tahan mie yang tanpa dicampuri formalin.

Masyarakat harus bisa membedakan mana mie yang mengandung formalin, dan mana mie yang bebas dari kandungan formalin.

Ciri-ciri mie yang tidak mengandung formalin:

  1. Jika dipegang, tekstur mie terasa lembut.
  2. Murni beraroma tepung terigu dan agak berbau anyir telur.
  3. Mie akan mudah putus karena tidak terlalu kenyal atau liat.
  4. Ketika direbus, airnya sedikit kelihatan keruh karena adanya tepung terigu dan telur yang ikut larut
  5. didalamnya.
  6. Mie tidak tahan lama saat disimpan
  7. Mie akan mudah berjamur, terlebih lagi jika menggunakan telur.
  8. Rasanya empuk dan teksturnya lembut.

Pemakaian formalin sangat berbahaya bagi kesehatan manusia untuk jangka panjang. Masyarakat harus dapat menghindari makanan apapun yang sudah dicampuri formalin dengan senantiasa bersikap waspada, terutama pada jenis-jenis makanan yang rentang dicampuri formalin, seperti mie.

Demikian, semoga contoh artikel ilmiah diatas bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa, baca juga artikel terkait berikut ini: